Green Blue Red
first
  
last
 
 
start
stop

Tentang smamda

PDFCetakSurel

Lembaga pendidikan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya yang didirikan pada tanggal 1 Januari 1975 oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel Surabaya pada awalnya bertempat disebuah perkampungan, di Jl Pucang Taman 1/2 Surabaya, sebuah lokasi yang kumuh, gang yang sempit dan banjir jika hujan.

Secara historis lembaga pendidikan ini berdiri dengan dana pinjaman dari bank (Bank Bukopin) yang disertai jaminan sertifikat kebun cengkeh di Wonosalam, Jombang milik H. Yahya, salah seorang fungsionaris Pimpinan Cabang Ngangel, serta jaminan uang sebesar 500 juta rupiah yang dipinjamkan H. Toha (seorang distributor Semen Gresik). Berawal dari dana pinjaman serta modal tekat dan prinsip tangkas, berhutang akas dari para fungsionaris Pimpinan cabang Muhammadiyah Ngagel pada periode 1974 – 1979, yang diketuai Letkol Muttaqin D, maka berdirilah SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Sebelumnya, yakni pada tahun 1971 telah berdiri lebih dulu SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, sehingga inilah yang menjadi salah satu faktor pendorong didirikannya SMA Muhammadiyah 2 Surabaya agar lulusan SMP Muhammadiyah 5 dapat melanjutkan pendidikannya dilembaga yang sama-sama dikelola oleh Muhammadiyah.

Adapun yang menjadi latar belakang didirikannya SMA Muhammadiyah 2 Surabaya adalah atas dasar pertimbangan-pertimbangan para pendirinya dengan memperhatikan beberapa aspek berikut ini.

1. Pertimbangan aspek agama, adalah untuk mengintegrasikan ajaran Islam dengan ilmu pengetahuan.

2. Pertimbangan aspek filosofis, bahwa lembaga pendidikan yang dikelola oleh Muhammadiyah masih jarang dan terkesan ketinggalan jaman.

3. Pertimbangan historis, bahwa dari tahun berdirinya Muhammadiyah th 1912 Muhammadiyah semakin mendapat dukungan dari masyarakat, termasuk di lingkungan Muhammadiyah Pucang

4. Pertimbangan aspek pendidikan, bahwa banyak siswa SMP Muhammadiyah melanjutkan ke jenjang pendidikan diatasnya di lembaga pendidikan umum.

Beberapa pendiri dapat disebutkan sebagai berikut.

  1. Kolonel Mustaqim Zein (Ketua PCM Ngagel)
  2. Achmad Marzuqie Toha (PCM Ngagel )
  3. H. Yahya Imam ( Purn TNI A L )
  4. H. Mohammad Toha ( pengusaha )
  5. H. Muchid Ali ( pengusaha)
  6. H. Maulan ( pengusaha )
  7. Ibrahim Ali, SH ( tokoh pendidikan )
  8. Drs.HM Wahyudi ( tokoh pendidikan ).

SMA Muhammadiyah 2 Surabaya adalah sebuah lembaga pendidikan yang diakui sebagai milik Persyarikatan Muhammadiyah dengan nomer akte pendirian Pusat: No 1206/ I-II / JTM-75/1980, Wilayah: No 096 / Sby / 1980, Daerah: No 02-III / NGL-75/ 1980, pertanggal 20 Juli 1980 M atau bertepatan dengan tgl 5 Rajab 13400 H dengan tertanda tangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majlis Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan adalah H.S. Prodjokusumo (Ketua) dan Drs.Haiban HS (Sekretaris). Untuk selanjutnya lembaga pendidikan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya ini juga telah terdaftar pada Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur bidang Pendidikan Menengah Umum dengan tanda bukti terdaftar No. 096/ PA / PMU / 7510 / 76.

Pada awalnya sekolah ini yang dipimpin oleh Abdullah Payapo hanya memiliki 17 orang siswa, 22 orang guru, 1 orang Wakil Kepala Sekolah yaitu Ibarahim Ali serta serta tanpa adanya fasilitas sarana prasarana yang memadai. Kondisi ini terus berlangsung tanpa mengalami perkembangan yang berarti hingga th 1983.

Perubahan terjadi pada tahun 1984 karena adanya pergantian kepemimpinan dari kepala sekolah Abdullah Payopo, yang meninggal dunia ( th 1984 ), kemudian digantikan oleh Wahyudi Indra Jaya yang semula menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah.

Pada masa kepemimpinan Wahyudi Indrajaya sekolah terus mengalami perkembangan karena berbagai upaya yang dilakukan dan juga dukungan yang terus menerus dari fihak Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel Surabaya. Upaya-upaya dari fihak sekolah yang dimaksud adalah sebuah terobosan baru dengan pandai memanfaatkan peluang sehingga berhasil mendatangkan tokoh-tokoh nasional, baik dari kalangan Muhammadiyah, seperti M Amien Rais, A Syafii Maarif, AW Pratiknyo, Lukman Harun, maupun dari kalangan pejabat-pejabat pemerintah yaitu dari Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan). Adapun dukungan terus menerus yang diberikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel Surabaya adalah berupa prinsip-prinsip dasar kebijakannya seperti berikut ini.

”Pertama, terus memompa pada fihak sekolah untuk tetap mengelola dengan baik meskipun jumlah murid sedikit.

Kedua, terus membantu dan mau terjun langsung untuk segala keluhan dan persoalan-persoalan sekolah.

Ketiga, untuk selalu memiliki pikiran yang jauh kedepan.

Keempat, memberi tanggung jawab dan wewenang yang jelas pada fihak sekolah.

Kelima, menciptakan iklim kerja yang kondusif.

Dinamika sekolah terus mengalami perkembangan dimana secara struktur organisasi pengelolaannya dibawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel, Surabaya juga diback up oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Kemudian berhasil dijalin kerjasama dengan fihak Bank, sebagai peminjam dana untuk membeli beberapa bidang tanah, disamping itu pula dibeli sejumlah peralatan-peralatan perkantoran dan laboratorium yang modern.

Perkembangan lain yang menunjukkan adanya peningkatan pada masa kepemimpinan Wahyudi Indrajaya adalah bahwa mulai th 1993 s/d th 1994 prestasi siswa sudah dapat menjangkau bidang akademik dan sampai pada tingkat nasional.

Selanjutnya sejarah SMA Muhammadiyah 2 Surabaya memasuki babak baru pada th 1999 karena terjadi pergantian kepemimpinan dari Wahyudi Indrajaya kepada Kuswiyanto. Sebagai kepala sekolah terpilih Kuswiyanto banyak melakukan perubahan-perubahan besar.

Perubahan-perubahan besar yang dilakukan antara lain seperti berikut ini.

  1. Merumuskan kembali visi dan misi baru SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.
  2. Mendesain ulang pekerjaan.
  3. Pembangunan gedung (penataan Fisik).

Adapun yang mendasari perlunya perumusan kembali visi dan misi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya adalah agar sekolah memiliki arah dan tujuan yang lebih jelas. Arah dan tujuan yang jelas dibutuhkan untuk mengahadapi tuntutan dan tantangan pada era reformasi dan globalisasi ini.

Pada kebijakan pembangunan gedung didasari oleh pemikiran-pemikiran sebagai berikut.

1. Bahwa gedung sekolah yang ada tidak lagi proporsional.

2. Karena tuntutan masa depan dalam era globalisasi.

3. Jika ingin survive maka sekolah secara fisik harus representatif.

4. Dengan gedung bagus maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menjadi nyaman.

Akhirnya pada tahun 1999 mulailah dirancang bagaimana membangun gedung diatas tanah yang sudah dibeli pada masa kepemimpinan Wahyudi Indrajaya. Pada awalnya rancangan keinginan untuk membangun gedung sekolah dibahas dalam forum diantara para pimpinan sekolah kemudian disampaikan kepada forum guru-guru dan hasilnya adalah gayungpun bersambut. Untuk selanjutnya gagasan terus digulirkan ke fihak Komite Sekolah yang waktu itu diketuai oleh Hermanto Hasan dan ternyata mendapat sambutan yang luar biasa sekaligus dorongan, baik lahir maupun batin. Sambutan dan dorongan lahir dan batin dari fihak Komite Sekolah betul-betul diwujudkan karena Hermanto Hasan secara pribadi telah memberikan pinjaman sebesar seratus lima puluh juta rupiah, sebagai dana awal pembangunan gedung. Pencarian dan penggalangan dana terus dilakukan, karena pembangunan nantinya dianggarkan sekitar 4,5 milyard rupiah. Perjuangan untuk mendapatkan sumber dana digambarkan penuh liku dengan kerja keras tanpa mengenal lelah dan akhirnya jalan mulai terbuka serta membuahkan hasil.

Tepat pada tanggal 8 Oktober 2000 tiang pancang pertama ditancapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Yahya Muhaimin sebagai tanda dimulainya pembangunan.

Pengerjaan pembangunan gedungpun akhirnya selesai dalam waktu satu tahun tepatnya pada tanggal 10 November 2001 dan kemudian diresmikan oleh Ketua MPR RI, Amien Rais, pada tgl 10 Oktober 2002.

Suksesnya pembangunan gedung SMA Muhammadiyah 2 Surabaya adalah hasil kerja sama semua fihak, yaitu disamping dari fihak Bank juga dari fihak wali murid yang tergabung dalam Komite Sekolah, fihak murid karena mereka juga memberikan infaknya setiap hari juga fihak Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang telah memberikan sumbangan dana abadinya, Fihak Rumah Sakit Aisyiyah Pacar Keling, serta dari fihak pemerintah Diknas Jawa Timur yang telah memberikan bantuan melalui BOMP (Bantuan Operasional Manajemen Pendidikan) dan IDB (Islamic Development Bank) serta kalangan masyarakat luas yang memberikan sumbangan baik berupa uang maupun baha-bahan bangunan.

Selanjutnya dengan telah dimilikinya gedung baru yang indah dan megah serta fasilitas yang lengkap dan berteknologi modern maka perkembangan sekolah terus menunjukkan adanya peningkatan dalam berbagai aspek komponen sekolah.
Written by :
Administrator